Langsung ke konten utama

#Berantakan#

Saat jiwa terasa berantakan,
Diri ini terus kebingungan
Tersandung, namun terus berjalan
Terhempas angin,
Dan tergulung ombak,
Entah kemana, tak tahu tujuan
Hanya dapat mengikuti lika-liku jalan,

Karena aku sedang berantakan,
Tak tahua arah, kemana harus berjalan,
Jiwa yang lemah ini terasa hampa
Ketenangan diri, telah pudar
Dan dunia telah menyita segala kesibukan,
Hingga aku nyaris lupa terhadap Tuhan!

Ketika hafalan sudah jarang terdengar,
Sholat dhuha kadang terlupakan,
Dan tahajjud sering kutinggalkan,
Disitu, aku mulai merasa berantakan,

Rasa ini menyiksa...
Menyiksa batin maupun pikiran..

Dan yang aku mau hanya satu,
Satu untuk kembali,
Kembali menata hidup ini,
Memperbaiki diri,
Mulai mengatur semua dari awal,
Agar tidak ada yang tertinggal,
Aagar tak ada yang terlupakan,
Agar semua dapat terjalankan,

Dan disini, kini, aku mulai mengevaluasi diri..
Me-restart semuanya...
Perubahan jadwal,
Perubahan pola pikiran,
Perubahan prioritas,
Dan dapat menentukan target,
Agar aku kembali dekat dengan-Nya
Kembali dalam ketenangan..
Dan kembali mendapat kebahagian..
Selau berusaha.. untuk mendapat ridho-Nya



#berantakan# dan dalam kondisi inilah, kau butuh penyegaran
jiwa, untuk tetap menjadi sholih dan sholihah, dan istiqomah,
juga untuk meningkatkan level keimanan, agar selalu
meningkat, kuat, dan terjaga, (aamiin) ^_^ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermanfaat untuk banyak orang bukan satu orang

(sumber: pribadi) [Aku ingin bermanfaat untuk banyak orang bukan cuma satu atau dua orang] Aku seorang mbak mentor Sudah 2 bulan aku nge-mentor Delapan adik yang beberapa asik diajak ngobrol Aku nge-mentor sepulang kuliah—hari rabu Hari rabu—hari yang sudah kami sepakati Adikku sering absen Kadang yang hadir 4 orang, 3 orang, 2 orang Bahkan pernah ku batalkan pertemuan karena cuma seorang Lama-lama, aku ingin menyerah saja Sudah cukup aku korbankan waktu, tenaga dan bensinku Gimana ngga sakit hati, setelah menempuh perjalanan sejauh itu Ternyata yang datang cuma satu? Lalu kuputuskan untuk menghubungi koorku Kukatakan, bahwa aku ingin berhenti Lebih baik, setiap pulang dari kampus Aku ke perpus, belajar yang fokus Supaya ipk bagus Dan bertahan sampai lulus Tapi itu adalah aku beberapa waktu yang lalu. Semua berubah, setelah seseorang berkata padaku “Mau hanya 1 atau 2 orang. Goal-nya adalah kamu bermanfaat, terutama bagi sekeliling...

Bagi-bagi Kebahagiaan

BASED ON TRUE STORY..... Malem sabtu, libur, habis hujan, perut mulai menggelayut manja minta makan. Lapaaarr... akhirnya, pergilah aku dan kawanku mencari asupan untuk malam ini. Kawan: ” Fat, mau makan dimana?” Aku: “Dimana aja deh, beli nasi aja kali ya...” Kawan: ”Oke, nasi yang seberang pertigaan depan mau?” Aku: “Okelah, yuk..” Sampai di pertigaan, kami akan menyeberang. Tiba-tiba.. ting..ting..tingg..tinggg... Tukang bakso lewat di depan kami. Ah, jadi pengen.. kasihan, tinggal dikit itu dagangannya, apa kubantu nglarisi aja kali ya, biar cepet laku, cepet habisnya.. pikirku.  Aku pun berjalan dibelakang pak tukang bakso, berusaha memanggilnya, tapi si bapak justru berjalan semakin cepat. Akhirnya aku pun sedikit berlari untuk mengejarnya. Si bapak rupanya mendengar langkah sandalku itu pun berbalik. Aku: “Pak, beli bakso...” Kami pun menepi dari jalan raya. Kawan: “Heh, ngapain beli bakso segala. Orang tinggal nyebrang ihh.....

Poros Dunia

Poros kehidupanmu ada pada dirimu sendiri. Kamu adalah mentari yang berputar pada porosnya sendiri. Untuk tetap hidup, menyala dan bersinar kamu perlu fokus dengan dirimu sendiri. Bukan orang lain. Biarkan mereka berputar pada porosnya masing-masing.  Hari ini aku berkesempatan untuk ikut suatu webinar yang membahas tentang produktivitas. Pembahasan yang membuat aku cukup tertampar dan tersadar, kalo produktivitas itu personal, ngga bisa dibandingkan antara seorang dengan orang yang lain. Selama ini suka insecure kalo lihat postingan orang lain di instagram, ada yang lagi sibuk meeting, ada yang lagi piknik, ada yang lukis, juga ada yang lagi bisnis. Sedangkan diri ini berkutat dengan pekerjaan rumah seharian. Jadi merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan orang-orang dan merasa 'ngga produktif amat sih jadi orang, ngga ada karyanya' dan terus-terusan kepikiran tiap hari kudu buat sesuatu yang baru. Tapi namanya juga kepikiran, jadi cuma dipikiran aja, ngga ada aksinya.  Setelah...