Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Perantauan #3

Lanjut di Perantauan #3 Kenapa sesi perantauan ini sampe #3? Karena sebenernya banyak banget yang aku pengen bagi tetntang pengalaman ku di rantau ini. Wkwk. Ya, walaupun banyak yang udah tau ini arahnya mau kemana. Tapi aku selalu excited kok kalo suruh nyeritain berbagai hal tentang rantau ini. Nah, disini aku mau menjawab berbagai pernyataan yang sering ditanyakan orang-orang tentang... ya tentang rantau rantau ini.. 1.        Kok mau sih ? -> menanyakan Motivasi. Jelas motivasi pertama itu gara-gara PENDIDIKAN dan ORANG TUA. Pendidikan yang membuat aku bisa pergi sejauh ini. Pendidkan. Belajar. Sekolah. *hmmm* Dan pendidikan selalu sejalur dengan dukungan orang tua. Dapat dukungan. Juga karena dipercaya untuk melanjutkan sekolah ke tahap yang lebih tinggi, di tempat yang lebih jauh, demi apa? Demi kamu.. *elah CITA-CITA. 2.        Betah nggak disana? Betah atau nggak itu tergantung kita yang men...

Perantauan #2

Dan, satu tahun belakangan ku coba menjalani hidupku yang baru. Keluar dari zona aman pesantren. Menuju kehidupan yang “lebih nyata” katanya. Benar saja. Dulu ku kira ini hanya guyonan orang saja, ternyata benar “ ooh, ini toh , ternyata kayak gini toh ” Walaupun masih banyak orang yang berkata bahwa dunia yang kutinggali sekarang masih berada di “zona aman, nyaman dan tentram” Lalu, mana dunia yang katanya “lebih nyata” itu? Hahaha. Di atas zona aman, ada zona cukup aman, atasnya zona lumayan aman lah, dst. Ku pikir. Hahaha. Tinggal di kost. Kost? Bayangan seperti apa yang merasuk di benak setelah mendengar kata kost? Menyenangkan. Ya, cukup menyenangkan sejauh ini. Tapi juga ada cerita sedih yang mendalam *hyah. Disini rasanya benar-benar sendiri. Sebatang kara. Terutama seperti aku yang tidak memiliki sanak saudara di Yogya. Belum punya kenalan, ya itu wajar lah anak baru. Disini bener-bener sendiri, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Nggak perlu dibandingin...

Perantauan #1

Hidup sebagai seorang perantau memang sulit, tapi semua itu bisa menjadi mudah jika kau sudah terbiasa menjalaninya. Di sini aku tidak akan menceritakan pengalaman orang lain, tapi ini ceritaku. Sudah 4 tahun terhitung lamanya, aku merantau ke tanah orang. Meski tidak begitu jauh dari daerah asalku, tapi aku benar-benar bisa merasakan “perantauan” itu. Aku berasal dari kota kecil yang berada  di sekitar 150 km kearah timur dari Yogyakarta. Sejak kelas 1 SMP aku menginjak tanah ini. Tanah yang benar-benar memisahkan ku begitu jauh dengan keluargaku. Yang benar-benar memaksaku untuk hidup mandiri selama 4 tahun ini. Atau bahkan, lebih dari itu.. karna sejak kelas 4 SD pun orangtuaku memiliki tempat tinggal yang berbeda karena tuntutan pekerjaan, masih di satu kota yang sama, namun berbeda daerahnya. Cukup sulit bagiku mengawali kisah hidup seorang perantau ini. Dimana aku harus mengurus hidupku sendiri, cuci baju, cuci piring, jemur, nyetrika, dan seabrek pekerjaan ruma...

2/Sekian Pengalaman Berharga

                                                         gambar: play.google.com Hmmm.. mungkin ada yang bertanya-tanya gimana cara menghafal hadits sepanjang itu, dalam rentan waktu dan dalam kondisi kegiatan yang bisa dibilang padat. Disini, aku memang bukan anak yang banyak hafalan Qurannya. Yang sudah mastah atau apa. Tapi masih dalam tahap perjuangan. Perjuangan untuk menghafal dan mengulang ayat-ayatNya yang pernah ku hafal. Berat, berat memang menurutku. Tapi nggak ada yang nggak bisa dicoba, nggak ada yang nggak bisa dilakukan, nggak ada yang nggak mungkin. Yang penting udah niat aja.. Dan hal yang membuat ke berat an itu menjadi mudah adalah: 1.     1.     Niat    Niat yang bener-bener. Yang udah didasarkan dihati. Niat karena Allah, karena segala yang karena Allah itu inshaaAllah berk...

1/Sekian Pengalaman Berharga

                            gambar: www.1wallpapers.com    Assalamualaikum, halo... Kali ini aku bingung mau nge-post apaan, sebelum-sebelumnya juga bingung sih. Tapi, ada ada aja idenya. Dan kali ini aku bener-bener nggak tau mau nulisin apa. Soalnya bahan-bahan inspirasiku, buku-bukuku, lagi jauh dariku. Maklum, waktu aku nulis ini lagi mudik lebaran ;) Oke, akhirnya aku putuskan, aku mau cerita. Dulu, pas jaman masih SMP di pesantren. Ada satu pelajaran khusus yang cuma bakal kamu pelajari dikelas 3 atau 9. Namanya, pelajaran “Aqidah” yang bikin istimewa lagi, pelajaran ini diajarkan langsung oleh mudir ma’had atau kiai pondok, yang terkesan tegas dan disiplin. Beliau tidak akan membiarkan begitu saja santrinya yang terlambat masuk kelas walau dengan alasan apapun. Beliau juga tidak akan membiarkan santrinya tertidur, bahkan sekedar ngantuk! Saat beliau mengajar didepan kelas. Selain ...