Dan,
satu tahun belakangan ku coba menjalani hidupku yang baru. Keluar dari zona
aman pesantren. Menuju kehidupan yang “lebih nyata” katanya. Benar saja. Dulu
ku kira ini hanya guyonan orang saja, ternyata benar “ooh, ini toh, ternyata
kayak gini toh”
Walaupun masih banyak orang yang berkata bahwa dunia yang kutinggali
sekarang masih berada di “zona aman, nyaman dan tentram” Lalu, mana dunia yang
katanya “lebih nyata” itu? Hahaha. Di atas zona aman, ada zona cukup aman,
atasnya zona lumayan aman lah, dst. Ku pikir. Hahaha.
Tinggal di kost.
Kost? Bayangan seperti apa yang merasuk di benak setelah mendengar kata
kost? Menyenangkan. Ya, cukup menyenangkan sejauh ini. Tapi juga ada cerita
sedih yang mendalam *hyah.
Disini rasanya benar-benar sendiri. Sebatang kara. Terutama seperti aku
yang tidak memiliki sanak saudara di Yogya. Belum punya kenalan, ya itu wajar
lah anak baru. Disini bener-bener sendiri, dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Nggak perlu dibandingin dengan kehidupan asrama karena ini sangat berbeda.
Hidupmu hidupmu, tanggunganmu. Monggo mengurusi dirinya
masing-masing. Kalau lapar? Ya cari makan atau nggak masak lah. Baju kotor? Ya
dicuci sendiri lah. Baju lecek? Gek disetrika nek nggak mau malu. Sakit?
Ada tuh persediaanyya di kotak obat. Butuh ini, butuh itu? Pergi, cari sendiri.
Bangun kudu pagi biar nggak telat. Pulang malem? Tanggung sendiri. Kemaleman,
gerbang udah dikunci? Lompat pager pun dilewati. Yang bener-bener tanggung
jawab sama diri sendiri 100% itu ditangan sendiri. Kalo ada yang salah, ya
salah sendiri.
Kayak gitu sih kasarannya.
Tapi tenang “persamaan nasib” itu selalu menyelamatkan. Karena nggak Cuma kamu
yang merasa begitu. Maka teman senasib biasanya lebih care, dan saling
membantu. Tapi ada juga kok, teman yang “prihatin” kali ya. Haha. Jadi sering
menawarkan bantuan ke temen-temen yang kost. Entah minjemin motor, beliin
makan, nganterin ke toko atau lainnya. Tapi itu sangat membantu. Hitung-hitung
balas budi lah *loh, ya kita yang biasanya kosnya ditumpangin buat mandi,
numpang nginep, numpang nyetrika, sampe pinjem baju seragam pun. Haha.
Next..
Perantauan #3
gambar: Dhammacakka Online

MANTAP MBAK DIFA!
BalasHapus