Langsung ke konten utama

1/Sekian Pengalaman Berharga



                           
gambar: www.1wallpapers.com 
 

Assalamualaikum, halo...
Kali ini aku bingung mau nge-post apaan, sebelum-sebelumnya juga bingung sih. Tapi, ada ada aja idenya. Dan kali ini aku bener-bener nggak tau mau nulisin apa. Soalnya bahan-bahan inspirasiku, buku-bukuku, lagi jauh dariku. Maklum, waktu aku nulis ini lagi mudik lebaran ;)

Oke, akhirnya aku putuskan, aku mau cerita.

Dulu, pas jaman masih SMP di pesantren. Ada satu pelajaran khusus yang cuma bakal kamu pelajari dikelas 3 atau 9. Namanya, pelajaran “Aqidah” yang bikin istimewa lagi, pelajaran ini diajarkan langsung oleh mudir ma’had atau kiai pondok, yang terkesan tegas dan disiplin. Beliau tidak akan membiarkan begitu saja santrinya yang terlambat masuk kelas walau dengan alasan apapun. Beliau juga tidak akan membiarkan santrinya tertidur, bahkan sekedar ngantuk! Saat beliau mengajar didepan kelas. Selain itu, hafalan mingguan selalu ditunggu untuk disetorkan.

Sebenarnya, belajar ini asyik. Bener. Sumpah. Disini kita jadi bisa berlatih dikit-dikit membaca arab gundul. Jadi tambah kosa kata arabnya. Dan kita bisa menjelaskan pelajaran ini dengan bahasa arab, full. Belajar tentang tauhid, tetntang iman, iman kepada Allah swt, kepada malaikat, menjelaskan pengertiannya dengan bahasa arab. Dan itu yang membuat kita feel lucky belajar disini, karena yaaa nggak semua orang bisa belajar dan merasakannya.

Tapi tetep aja, kodrat nya santri diajar sama siapa pun tetep aja ngantuk (kecuali kalo ustadznya ganteng -> santriwati)  hehe :D Kalo ketahuan ngantuk/ tidur ya dipanggil, berdiri, malu, suruh hafalan hadits atau ditanya hal-hal seputar pelajaran dengan bahasa arab. Apalagi diajarnya full 3 jam!! Bayangkan!! Lemes gua... Senam jantung daah.

Sebenernya, pelajaran iini nggak banyak catetannya, nggak perlu nyatet malah. Yang penting, maknain kitab nya, ngasih harokat, biar kita bisa bacanya :D

Dan hal yang paling ngoyo yang pernah kita lakuin adalah... Menghafal hadits tentang Islam, Iman dan Ihsan itu hadits Arba’in nomer 2. Ngoyo banget, menghafal hadits sebanyak itu dalam waktu seminggu sedangkan masih ada tumpukan hafalan lain yang masih nunggu dihafal. Perjuangan tawa dan air mata deh, tapi bismillah, lillahita’ala. Karena kita lakukan bareng-bareng.

Hadits Arbai’in nomor 2
Pemahaman Islam Iman dan Ihsan:

Artinya: Dari Umar ra., dia berkata “Ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah saw. disuatu hari, tiba-tiba datang lah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut hitam legam. Tidak nampak padanya tanda-tanda perjalanan jauh dan tidak seorang pun diantara kami mengenalnya. Kemudian dia duduk di hadapan Nabi dengan menempelkan kedua lututnya pada lutut Rasulullah saw. seraya berkata, ‘Ya Muhammad beritahukan aku tentang Islam!’ Maka Rasulullah saw. bersabda, ‘Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan pergi haji jika mampu.’ Kemudian orang itu berkata, ‘Anda benar.’ 

Kami semua heran, dia yang bertanya, dia pula yang membenarkannya. Kemudian bertanya lagi, ‘Bertahukan aku tentang Iman!’ Lalu beliau bersabda, ‘Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari akhir, serta engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.’ Kemudian, dia berkata ‘Anda benar.’ Kemudian dia berkata lagi ‘Beritahukan aku tentang Ihsan!’ Lalu beliau bersabda, ‘Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka Dia melihatmu.’ Kemudian dia berkata, ‘Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan terjadinya)’ Beliau bersabda, ‘Yang ditanya tidal lebih tahu dari yang bertanya.’ Dia berkata, ‘Beritahukan aku tentang tanda-tandanya.’ Beliau bersabda, ‘Jika seorang hamba melahirka tuannya dan jika kau melihat seseorang bertelanjang kaki dan dada, miskin, dan profesinya menggembala domba, telah berlomba-lomba meninggikan bangunannya.’ Kemudian orang itu pergi dan aku terdiam sesaat. Kemudian beliau (Rasul) bertanya, ‘Tahukah engkau siapa orang yang bertanya tadi?’ Aku berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui’ Beliau bersabda, ‘Dia adalah Jibril yang datang pada kalian untuk mengajarkan agama kalian’ “ (HR Muslim)


Dan pengalaman ini yang nggak bakal bisa aku lupain, ini rekorku selama ini. Menghafal hadits sepanjang ini, paham artinya, dan bisa disetorkan dengan lancar. Alhamdulillah daah...

Semoga masih bisa inget terus, sampai nanti-nanti:)

Dan kalo aku aja bisa, apalagi temen-temen yang baca ini kan;) 

Postingan populer dari blog ini

Bermanfaat untuk banyak orang bukan satu orang

(sumber: pribadi) [Aku ingin bermanfaat untuk banyak orang bukan cuma satu atau dua orang] Aku seorang mbak mentor Sudah 2 bulan aku nge-mentor Delapan adik yang beberapa asik diajak ngobrol Aku nge-mentor sepulang kuliah—hari rabu Hari rabu—hari yang sudah kami sepakati Adikku sering absen Kadang yang hadir 4 orang, 3 orang, 2 orang Bahkan pernah ku batalkan pertemuan karena cuma seorang Lama-lama, aku ingin menyerah saja Sudah cukup aku korbankan waktu, tenaga dan bensinku Gimana ngga sakit hati, setelah menempuh perjalanan sejauh itu Ternyata yang datang cuma satu? Lalu kuputuskan untuk menghubungi koorku Kukatakan, bahwa aku ingin berhenti Lebih baik, setiap pulang dari kampus Aku ke perpus, belajar yang fokus Supaya ipk bagus Dan bertahan sampai lulus Tapi itu adalah aku beberapa waktu yang lalu. Semua berubah, setelah seseorang berkata padaku “Mau hanya 1 atau 2 orang. Goal-nya adalah kamu bermanfaat, terutama bagi sekeliling...

Bagi-bagi Kebahagiaan

BASED ON TRUE STORY..... Malem sabtu, libur, habis hujan, perut mulai menggelayut manja minta makan. Lapaaarr... akhirnya, pergilah aku dan kawanku mencari asupan untuk malam ini. Kawan: ” Fat, mau makan dimana?” Aku: “Dimana aja deh, beli nasi aja kali ya...” Kawan: ”Oke, nasi yang seberang pertigaan depan mau?” Aku: “Okelah, yuk..” Sampai di pertigaan, kami akan menyeberang. Tiba-tiba.. ting..ting..tingg..tinggg... Tukang bakso lewat di depan kami. Ah, jadi pengen.. kasihan, tinggal dikit itu dagangannya, apa kubantu nglarisi aja kali ya, biar cepet laku, cepet habisnya.. pikirku.  Aku pun berjalan dibelakang pak tukang bakso, berusaha memanggilnya, tapi si bapak justru berjalan semakin cepat. Akhirnya aku pun sedikit berlari untuk mengejarnya. Si bapak rupanya mendengar langkah sandalku itu pun berbalik. Aku: “Pak, beli bakso...” Kami pun menepi dari jalan raya. Kawan: “Heh, ngapain beli bakso segala. Orang tinggal nyebrang ihh.....

Poros Dunia

Poros kehidupanmu ada pada dirimu sendiri. Kamu adalah mentari yang berputar pada porosnya sendiri. Untuk tetap hidup, menyala dan bersinar kamu perlu fokus dengan dirimu sendiri. Bukan orang lain. Biarkan mereka berputar pada porosnya masing-masing.  Hari ini aku berkesempatan untuk ikut suatu webinar yang membahas tentang produktivitas. Pembahasan yang membuat aku cukup tertampar dan tersadar, kalo produktivitas itu personal, ngga bisa dibandingkan antara seorang dengan orang yang lain. Selama ini suka insecure kalo lihat postingan orang lain di instagram, ada yang lagi sibuk meeting, ada yang lagi piknik, ada yang lukis, juga ada yang lagi bisnis. Sedangkan diri ini berkutat dengan pekerjaan rumah seharian. Jadi merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan orang-orang dan merasa 'ngga produktif amat sih jadi orang, ngga ada karyanya' dan terus-terusan kepikiran tiap hari kudu buat sesuatu yang baru. Tapi namanya juga kepikiran, jadi cuma dipikiran aja, ngga ada aksinya.  Setelah...