Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Bagi-bagi Kebahagiaan

BASED ON TRUE STORY..... Malem sabtu, libur, habis hujan, perut mulai menggelayut manja minta makan. Lapaaarr... akhirnya, pergilah aku dan kawanku mencari asupan untuk malam ini. Kawan: ” Fat, mau makan dimana?” Aku: “Dimana aja deh, beli nasi aja kali ya...” Kawan: ”Oke, nasi yang seberang pertigaan depan mau?” Aku: “Okelah, yuk..” Sampai di pertigaan, kami akan menyeberang. Tiba-tiba.. ting..ting..tingg..tinggg... Tukang bakso lewat di depan kami. Ah, jadi pengen.. kasihan, tinggal dikit itu dagangannya, apa kubantu nglarisi aja kali ya, biar cepet laku, cepet habisnya.. pikirku.  Aku pun berjalan dibelakang pak tukang bakso, berusaha memanggilnya, tapi si bapak justru berjalan semakin cepat. Akhirnya aku pun sedikit berlari untuk mengejarnya. Si bapak rupanya mendengar langkah sandalku itu pun berbalik. Aku: “Pak, beli bakso...” Kami pun menepi dari jalan raya. Kawan: “Heh, ngapain beli bakso segala. Orang tinggal nyebrang ihh.....

Perantauan #3

Lanjut di Perantauan #3 Kenapa sesi perantauan ini sampe #3? Karena sebenernya banyak banget yang aku pengen bagi tetntang pengalaman ku di rantau ini. Wkwk. Ya, walaupun banyak yang udah tau ini arahnya mau kemana. Tapi aku selalu excited kok kalo suruh nyeritain berbagai hal tentang rantau ini. Nah, disini aku mau menjawab berbagai pernyataan yang sering ditanyakan orang-orang tentang... ya tentang rantau rantau ini.. 1.        Kok mau sih ? -> menanyakan Motivasi. Jelas motivasi pertama itu gara-gara PENDIDIKAN dan ORANG TUA. Pendidikan yang membuat aku bisa pergi sejauh ini. Pendidkan. Belajar. Sekolah. *hmmm* Dan pendidikan selalu sejalur dengan dukungan orang tua. Dapat dukungan. Juga karena dipercaya untuk melanjutkan sekolah ke tahap yang lebih tinggi, di tempat yang lebih jauh, demi apa? Demi kamu.. *elah CITA-CITA. 2.        Betah nggak disana? Betah atau nggak itu tergantung kita yang men...

Perantauan #2

Dan, satu tahun belakangan ku coba menjalani hidupku yang baru. Keluar dari zona aman pesantren. Menuju kehidupan yang “lebih nyata” katanya. Benar saja. Dulu ku kira ini hanya guyonan orang saja, ternyata benar “ ooh, ini toh , ternyata kayak gini toh ” Walaupun masih banyak orang yang berkata bahwa dunia yang kutinggali sekarang masih berada di “zona aman, nyaman dan tentram” Lalu, mana dunia yang katanya “lebih nyata” itu? Hahaha. Di atas zona aman, ada zona cukup aman, atasnya zona lumayan aman lah, dst. Ku pikir. Hahaha. Tinggal di kost. Kost? Bayangan seperti apa yang merasuk di benak setelah mendengar kata kost? Menyenangkan. Ya, cukup menyenangkan sejauh ini. Tapi juga ada cerita sedih yang mendalam *hyah. Disini rasanya benar-benar sendiri. Sebatang kara. Terutama seperti aku yang tidak memiliki sanak saudara di Yogya. Belum punya kenalan, ya itu wajar lah anak baru. Disini bener-bener sendiri, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Nggak perlu dibandingin...

Perantauan #1

Hidup sebagai seorang perantau memang sulit, tapi semua itu bisa menjadi mudah jika kau sudah terbiasa menjalaninya. Di sini aku tidak akan menceritakan pengalaman orang lain, tapi ini ceritaku. Sudah 4 tahun terhitung lamanya, aku merantau ke tanah orang. Meski tidak begitu jauh dari daerah asalku, tapi aku benar-benar bisa merasakan “perantauan” itu. Aku berasal dari kota kecil yang berada  di sekitar 150 km kearah timur dari Yogyakarta. Sejak kelas 1 SMP aku menginjak tanah ini. Tanah yang benar-benar memisahkan ku begitu jauh dengan keluargaku. Yang benar-benar memaksaku untuk hidup mandiri selama 4 tahun ini. Atau bahkan, lebih dari itu.. karna sejak kelas 4 SD pun orangtuaku memiliki tempat tinggal yang berbeda karena tuntutan pekerjaan, masih di satu kota yang sama, namun berbeda daerahnya. Cukup sulit bagiku mengawali kisah hidup seorang perantau ini. Dimana aku harus mengurus hidupku sendiri, cuci baju, cuci piring, jemur, nyetrika, dan seabrek pekerjaan ruma...

2/Sekian Pengalaman Berharga

                                                         gambar: play.google.com Hmmm.. mungkin ada yang bertanya-tanya gimana cara menghafal hadits sepanjang itu, dalam rentan waktu dan dalam kondisi kegiatan yang bisa dibilang padat. Disini, aku memang bukan anak yang banyak hafalan Qurannya. Yang sudah mastah atau apa. Tapi masih dalam tahap perjuangan. Perjuangan untuk menghafal dan mengulang ayat-ayatNya yang pernah ku hafal. Berat, berat memang menurutku. Tapi nggak ada yang nggak bisa dicoba, nggak ada yang nggak bisa dilakukan, nggak ada yang nggak mungkin. Yang penting udah niat aja.. Dan hal yang membuat ke berat an itu menjadi mudah adalah: 1.     1.     Niat    Niat yang bener-bener. Yang udah didasarkan dihati. Niat karena Allah, karena segala yang karena Allah itu inshaaAllah berk...

1/Sekian Pengalaman Berharga

                            gambar: www.1wallpapers.com    Assalamualaikum, halo... Kali ini aku bingung mau nge-post apaan, sebelum-sebelumnya juga bingung sih. Tapi, ada ada aja idenya. Dan kali ini aku bener-bener nggak tau mau nulisin apa. Soalnya bahan-bahan inspirasiku, buku-bukuku, lagi jauh dariku. Maklum, waktu aku nulis ini lagi mudik lebaran ;) Oke, akhirnya aku putuskan, aku mau cerita. Dulu, pas jaman masih SMP di pesantren. Ada satu pelajaran khusus yang cuma bakal kamu pelajari dikelas 3 atau 9. Namanya, pelajaran “Aqidah” yang bikin istimewa lagi, pelajaran ini diajarkan langsung oleh mudir ma’had atau kiai pondok, yang terkesan tegas dan disiplin. Beliau tidak akan membiarkan begitu saja santrinya yang terlambat masuk kelas walau dengan alasan apapun. Beliau juga tidak akan membiarkan santrinya tertidur, bahkan sekedar ngantuk! Saat beliau mengajar didepan kelas. Selain ...

Khutbah Al-Fatih

" Jika penaklukkan kota Konstatinopel sukses maka sabda Rasulullah saw  telah menjadi kenyataaan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti.  Kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi dari hadits ini,  berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada  para pasukan satu per satu bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini,  akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam. untuk itu, wajib bagi setiap pasukan,  menjadikan syariat selalu didepan matanya dan jangan sampai ada di antara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan  dan gereja-gereja. hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orag-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran" - 29 Mei 1453 M Muhammad Al-Fatih. *adapun Hadits yang berkaitan adalah: - Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "Ketika kami duduk di sekeliling Rasulull...

Hidup ituu.. Nyambung nyambung :D

Hidup itu nggak selamanya di atas, juga nggak selamanya di bawah. Hidup itu ada kalanya kita harus lihat ke atas. Tapi juga sering-seringlah untuk menengok ke bawah.  Jawab pertanyaanku, apa yang kau tengok dibawah? Jawab pertanyaanku, dan apa yang kau lihat diatas? Tengoklah ke bawah agar lebih bersyukur dan bersabar. Mendongaklah ke atas agar lebih termotivasi dan bersemangat. Sebagai muslim, hidup rasanya kurang "hidup" kalo kamu nggak ikut dakwah. Nggak ikut berbagi kebaikan bersama orang lain. Nggak ikut bersama-sama menuju kebaikan bersama yang lain. Namun jalan dakwah, tak semulus yang diharapkan. Selalu saja ada halang rintang yang menghadang, yang bermaksud untuk menggoyahkan. Minimal, adalah prasangka lain yang menjadi kerikilnya. Kalo dakwah itu segampang yang dibayangkan, pasti sudah banyak orang yang terlibat  didalamnya,  Tapi, sekarang gimana coba kondisinya? :)) Jadi, jangan bosen jadi orang baik ya:) Islam itu hadir dengan keadaan as...

next...

okee, melanjutkan yang ini nih.. ada terusannya juga soale.... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Meningkatkan Kinerja Siswa dengan Sistem Golden Ways Difa Fatwa Fadlillah dan Oktavis Khairun Nisa SMA N 1 Yogyakarta, difafatwa@gmail.com 1               Pendahuluan (Latar Belakang Penelitian) Media Sosial adalah suatu alat komunikasi kekinian yang sangat digandrungi masyarakat. . Tak terkecuali kami para pelajar SMA N 1 Yogyakarta yang sedang asyik menikmati masa remaja dengan rasa keingin tahuan yang tinggi. Pada hakikatnya media sosial diciptakan untuk mempermudah komunikasi jarak jauh. Namun ketika tangan-tangan jail mulai beraksi, tujuan media sosial mulai berbalik arah. Sehingga kini, para pengguna media sosial harus berhati-hati dan jeli dalam penggunannya, agat tidak terjerumus ke jalur yang salah. Salah satu penggunaan positif pelajar SMA N 1 Yogyakarta ini adalah penggunaan sistem Gold...