Langsung ke konten utama

Khutbah Al-Fatih





" Jika penaklukkan kota Konstatinopel sukses maka sabda Rasulullah saw 
telah menjadi kenyataaan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti.
 Kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi dari hadits ini,
 berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada
 para pasukan satu per satu bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini,
 akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam. untuk itu, wajib bagi setiap pasukan,
 menjadikan syariat selalu didepan matanya dan jangan sampai ada di antara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan
 dan gereja-gereja. hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orag-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran"

- 29 Mei 1453 M
Muhammad Al-Fatih.


*adapun Hadits yang berkaitan adalah:
- Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "Ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah saw untuk menulis, tiba-tiba beliau saw ditanya tentang kota manakah yang akan ditaklukkan terlebih dahulu, Konstatinopel atau Roma? Rasulullah saw menjawab. "Kota Heraklius ditaklukkan terlebih dahulu" (maksudnya adalah Konstatinopel)" (HR. Ahmad)

- "Kalian akan membebaskan Konstatinopel, sehebat-hebat amir (panglima perang) adalah amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya" (HR,. Ahmad)



sumber gambar: google.com  

Postingan populer dari blog ini

Bermanfaat untuk banyak orang bukan satu orang

(sumber: pribadi) [Aku ingin bermanfaat untuk banyak orang bukan cuma satu atau dua orang] Aku seorang mbak mentor Sudah 2 bulan aku nge-mentor Delapan adik yang beberapa asik diajak ngobrol Aku nge-mentor sepulang kuliah—hari rabu Hari rabu—hari yang sudah kami sepakati Adikku sering absen Kadang yang hadir 4 orang, 3 orang, 2 orang Bahkan pernah ku batalkan pertemuan karena cuma seorang Lama-lama, aku ingin menyerah saja Sudah cukup aku korbankan waktu, tenaga dan bensinku Gimana ngga sakit hati, setelah menempuh perjalanan sejauh itu Ternyata yang datang cuma satu? Lalu kuputuskan untuk menghubungi koorku Kukatakan, bahwa aku ingin berhenti Lebih baik, setiap pulang dari kampus Aku ke perpus, belajar yang fokus Supaya ipk bagus Dan bertahan sampai lulus Tapi itu adalah aku beberapa waktu yang lalu. Semua berubah, setelah seseorang berkata padaku “Mau hanya 1 atau 2 orang. Goal-nya adalah kamu bermanfaat, terutama bagi sekeliling...

Bagi-bagi Kebahagiaan

BASED ON TRUE STORY..... Malem sabtu, libur, habis hujan, perut mulai menggelayut manja minta makan. Lapaaarr... akhirnya, pergilah aku dan kawanku mencari asupan untuk malam ini. Kawan: ” Fat, mau makan dimana?” Aku: “Dimana aja deh, beli nasi aja kali ya...” Kawan: ”Oke, nasi yang seberang pertigaan depan mau?” Aku: “Okelah, yuk..” Sampai di pertigaan, kami akan menyeberang. Tiba-tiba.. ting..ting..tingg..tinggg... Tukang bakso lewat di depan kami. Ah, jadi pengen.. kasihan, tinggal dikit itu dagangannya, apa kubantu nglarisi aja kali ya, biar cepet laku, cepet habisnya.. pikirku.  Aku pun berjalan dibelakang pak tukang bakso, berusaha memanggilnya, tapi si bapak justru berjalan semakin cepat. Akhirnya aku pun sedikit berlari untuk mengejarnya. Si bapak rupanya mendengar langkah sandalku itu pun berbalik. Aku: “Pak, beli bakso...” Kami pun menepi dari jalan raya. Kawan: “Heh, ngapain beli bakso segala. Orang tinggal nyebrang ihh.....

Poros Dunia

Poros kehidupanmu ada pada dirimu sendiri. Kamu adalah mentari yang berputar pada porosnya sendiri. Untuk tetap hidup, menyala dan bersinar kamu perlu fokus dengan dirimu sendiri. Bukan orang lain. Biarkan mereka berputar pada porosnya masing-masing.  Hari ini aku berkesempatan untuk ikut suatu webinar yang membahas tentang produktivitas. Pembahasan yang membuat aku cukup tertampar dan tersadar, kalo produktivitas itu personal, ngga bisa dibandingkan antara seorang dengan orang yang lain. Selama ini suka insecure kalo lihat postingan orang lain di instagram, ada yang lagi sibuk meeting, ada yang lagi piknik, ada yang lukis, juga ada yang lagi bisnis. Sedangkan diri ini berkutat dengan pekerjaan rumah seharian. Jadi merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan orang-orang dan merasa 'ngga produktif amat sih jadi orang, ngga ada karyanya' dan terus-terusan kepikiran tiap hari kudu buat sesuatu yang baru. Tapi namanya juga kepikiran, jadi cuma dipikiran aja, ngga ada aksinya.  Setelah...