Langsung ke konten utama

Hidup ituu.. Nyambung nyambung :D


Hidup itu nggak selamanya di atas, juga nggak selamanya di bawah.
Hidup itu ada kalanya kita harus lihat ke atas. Tapi juga sering-seringlah untuk menengok ke bawah. 
Jawab pertanyaanku, apa yang kau tengok dibawah?
Jawab pertanyaanku, dan apa yang kau lihat diatas?
Tengoklah ke bawah agar lebih bersyukur dan bersabar.
Mendongaklah ke atas agar lebih termotivasi dan bersemangat.

Sebagai muslim, hidup rasanya kurang "hidup" kalo kamu nggak ikut dakwah.
Nggak ikut berbagi kebaikan bersama orang lain.
Nggak ikut bersama-sama menuju kebaikan bersama yang lain.

Namun jalan dakwah, tak semulus yang diharapkan.
Selalu saja ada halang rintang yang menghadang, yang bermaksud untuk menggoyahkan.
Minimal, adalah prasangka lain yang menjadi kerikilnya.

Kalo dakwah itu segampang yang dibayangkan, pasti sudah banyak orang yang terlibat  didalamnya, 
Tapi, sekarang gimana coba kondisinya? :))
Jadi, jangan bosen jadi orang baik ya:)
Islam itu hadir dengan keadaan asing. Dan akan kembali dengan asing juga.

Tapi, juga nggak mengasingkan diri.
Terkadang, yang baik yang dijauhi. Yang baik, yang dicela. 
Namun itu sudah biasa, karena memang disitulah "gregetnya"
Dijauhi? Sendiri? Nggak apa apa, 
Karena manusia lahir dalam keadaan sendiri. Dan akan kembali dengan keadaan sendiri pula.
Dia juga akan mempertanggung jawabkan amalannya sendiri.

Kalau udah sendiri, jangan malah menyepi. Kita yang justu harus bangkit dan lebih semangat lagi.
Kalau kamu justru menghindari, menyepi dan lebih memilih sendiri.
Lalu, apa bedanya kamu sama yang lain?

Jadi, ayoo senyum lagi, bangkit lagi, semangat lagi dan lakukan kebaikan lagi!





catatan penulis:
wkwkwk. ishh.. asek asek. 
ehm, penulis nulis kayak gini, bukan berati penulis udah kayak gini.
tapi penulis kepengen begini.
jadi, disini penulis ngajak temen2 buat join bareng, yuk kita bareng2 bangkit.
yuk hijrah bareng, berubah menuju kebaikan dan menebar kebaikan bareng.
semoga bisa kesampean, dan kalo udah bisa istiqomah selaluuu...
aamiin...


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermanfaat untuk banyak orang bukan satu orang

(sumber: pribadi) [Aku ingin bermanfaat untuk banyak orang bukan cuma satu atau dua orang] Aku seorang mbak mentor Sudah 2 bulan aku nge-mentor Delapan adik yang beberapa asik diajak ngobrol Aku nge-mentor sepulang kuliah—hari rabu Hari rabu—hari yang sudah kami sepakati Adikku sering absen Kadang yang hadir 4 orang, 3 orang, 2 orang Bahkan pernah ku batalkan pertemuan karena cuma seorang Lama-lama, aku ingin menyerah saja Sudah cukup aku korbankan waktu, tenaga dan bensinku Gimana ngga sakit hati, setelah menempuh perjalanan sejauh itu Ternyata yang datang cuma satu? Lalu kuputuskan untuk menghubungi koorku Kukatakan, bahwa aku ingin berhenti Lebih baik, setiap pulang dari kampus Aku ke perpus, belajar yang fokus Supaya ipk bagus Dan bertahan sampai lulus Tapi itu adalah aku beberapa waktu yang lalu. Semua berubah, setelah seseorang berkata padaku “Mau hanya 1 atau 2 orang. Goal-nya adalah kamu bermanfaat, terutama bagi sekeliling...

Bagi-bagi Kebahagiaan

BASED ON TRUE STORY..... Malem sabtu, libur, habis hujan, perut mulai menggelayut manja minta makan. Lapaaarr... akhirnya, pergilah aku dan kawanku mencari asupan untuk malam ini. Kawan: ” Fat, mau makan dimana?” Aku: “Dimana aja deh, beli nasi aja kali ya...” Kawan: ”Oke, nasi yang seberang pertigaan depan mau?” Aku: “Okelah, yuk..” Sampai di pertigaan, kami akan menyeberang. Tiba-tiba.. ting..ting..tingg..tinggg... Tukang bakso lewat di depan kami. Ah, jadi pengen.. kasihan, tinggal dikit itu dagangannya, apa kubantu nglarisi aja kali ya, biar cepet laku, cepet habisnya.. pikirku.  Aku pun berjalan dibelakang pak tukang bakso, berusaha memanggilnya, tapi si bapak justru berjalan semakin cepat. Akhirnya aku pun sedikit berlari untuk mengejarnya. Si bapak rupanya mendengar langkah sandalku itu pun berbalik. Aku: “Pak, beli bakso...” Kami pun menepi dari jalan raya. Kawan: “Heh, ngapain beli bakso segala. Orang tinggal nyebrang ihh.....

Poros Dunia

Poros kehidupanmu ada pada dirimu sendiri. Kamu adalah mentari yang berputar pada porosnya sendiri. Untuk tetap hidup, menyala dan bersinar kamu perlu fokus dengan dirimu sendiri. Bukan orang lain. Biarkan mereka berputar pada porosnya masing-masing.  Hari ini aku berkesempatan untuk ikut suatu webinar yang membahas tentang produktivitas. Pembahasan yang membuat aku cukup tertampar dan tersadar, kalo produktivitas itu personal, ngga bisa dibandingkan antara seorang dengan orang yang lain. Selama ini suka insecure kalo lihat postingan orang lain di instagram, ada yang lagi sibuk meeting, ada yang lagi piknik, ada yang lukis, juga ada yang lagi bisnis. Sedangkan diri ini berkutat dengan pekerjaan rumah seharian. Jadi merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan orang-orang dan merasa 'ngga produktif amat sih jadi orang, ngga ada karyanya' dan terus-terusan kepikiran tiap hari kudu buat sesuatu yang baru. Tapi namanya juga kepikiran, jadi cuma dipikiran aja, ngga ada aksinya.  Setelah...