Langsung ke konten utama

Bagi-bagi Kebahagiaan



BASED ON TRUE STORY.....


Malem sabtu, libur, habis hujan, perut mulai menggelayut manja minta makan. Lapaaarr... akhirnya, pergilah aku dan kawanku mencari asupan untuk malam ini.

Kawan: ” Fat, mau makan dimana?”

Aku: “Dimana aja deh, beli nasi aja kali ya...”

Kawan: ”Oke, nasi yang seberang pertigaan depan mau?”

Aku: “Okelah, yuk..”

Sampai di pertigaan, kami akan menyeberang. Tiba-tiba.. ting..ting..tingg..tinggg... Tukang bakso lewat di depan kami. Ah, jadi pengen.. kasihan, tinggal dikit itu dagangannya, apa kubantu nglarisi aja kali ya, biar cepet laku, cepet habisnya.. pikirku.

 Aku pun berjalan dibelakang pak tukang bakso, berusaha memanggilnya, tapi si bapak justru berjalan semakin cepat. Akhirnya aku pun sedikit berlari untuk mengejarnya. Si bapak rupanya mendengar langkah sandalku itu pun berbalik.

Aku: “Pak, beli bakso...”

Kami pun menepi dari jalan raya.

Kawan: “Heh, ngapain beli bakso segala. Orang tinggal nyebrang ihh..”

Aku: “Udah, nggak papa. Kalo nggak mau beli juga nggak papa kok. Pak, baksonya satu dibungkus, 
nggak pake micin ya..”

Bapak tukang bakso: “Oh ya mbak...” (mulai meracik bakso)

Hmm.. kayaknya baksonya ini bakal lebih mahal deh, duh, gimana ya? Nggak papa deh, ini baksonya berapa butir ya? Satu..dua..tiga..empat..lima..enam.. enam butir? Warung tetangga 6 butir aja 7000. Wah, ini bisa sampe 10ribu nih, yaudah deh nggak papa.. batinku.

Kawan: “Ngapain beli disini sih Fat, ah elah. Belum tentu sehat juga, sukanya ya makan makanan di jalan, belum terpercaya, apalagi kehigienisannya.” (bisik-bisik)

Aku: “Udahlah nggak papa, percaya aja, posthink dong” (jawabnya juga bisik-bisik)

Kawan: “Biasanya kayak gini lebih mahal lo fat..”

Aku: “Sebelum manggil bapaknya tadi, aku juga udah mikir gitu kali.”

Kawan: “Hmm.. nanti kalo sakit gimana?”

Aku: “ Percaya aja to, kata Pak Biologi sakit itu juga sugesti. Kalo aku mikir makan ini bakal sehat terus, ya nggak bakal sakit. Lagi pula, ini bukan masalah kenyang, mahal atau murah. Toh, masih bisa buat ngisi perut kan hehe"

Kawan: "Tapi...?"

Aku: "Tapi ini masalah hati, bahagianya berbagi sama orang lain. Toh kalo pun ini membawa bibit-bibit penyakit, bakal kalah sama rasa bahagia yang ditimbulkan. J

Kawan: “Jadi, niatnya beli ini tadi bukan karena laper atau apa.. tapi karena, pengen berbagi, bantu nglarisi dagangan bapaknya?”

Aku: “Yo’i, tenang aja, berbagi itu nggak bakal rugi kok “

Bapak tukang bakso:” Ini mbak, monggo, sudah..”

Aku: “Oh iya pak, berapa pak?”

Bapak tukang bakso: ” 5000 saja..”

.............

Kawan:” Fat? Lima ribu Fat...” (sambil nglirik-lirik)

Aku: (deg... senyum aja dah) “ Nggak papa, kan sugesti. Sehat sehat sehat! J



INTINYA: BERBAGI ITU INDAH DAN MEMBAHAGIAKAN ^^ DAN SELALU BERPIKIRLAH POSITIF.


Selamat, semangat dan sukses yang sudah mau membaca postingan ku ini. Semoga bermanfaat. Buat temen-temen selamat belajar mempersiapkan Penilaian Akhir Semester ya, bagi yang menjalankan:v


*nb: peran sebagai kawan hanya rekayasa belaka.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermanfaat untuk banyak orang bukan satu orang

(sumber: pribadi) [Aku ingin bermanfaat untuk banyak orang bukan cuma satu atau dua orang] Aku seorang mbak mentor Sudah 2 bulan aku nge-mentor Delapan adik yang beberapa asik diajak ngobrol Aku nge-mentor sepulang kuliah—hari rabu Hari rabu—hari yang sudah kami sepakati Adikku sering absen Kadang yang hadir 4 orang, 3 orang, 2 orang Bahkan pernah ku batalkan pertemuan karena cuma seorang Lama-lama, aku ingin menyerah saja Sudah cukup aku korbankan waktu, tenaga dan bensinku Gimana ngga sakit hati, setelah menempuh perjalanan sejauh itu Ternyata yang datang cuma satu? Lalu kuputuskan untuk menghubungi koorku Kukatakan, bahwa aku ingin berhenti Lebih baik, setiap pulang dari kampus Aku ke perpus, belajar yang fokus Supaya ipk bagus Dan bertahan sampai lulus Tapi itu adalah aku beberapa waktu yang lalu. Semua berubah, setelah seseorang berkata padaku “Mau hanya 1 atau 2 orang. Goal-nya adalah kamu bermanfaat, terutama bagi sekeliling...

Poros Dunia

Poros kehidupanmu ada pada dirimu sendiri. Kamu adalah mentari yang berputar pada porosnya sendiri. Untuk tetap hidup, menyala dan bersinar kamu perlu fokus dengan dirimu sendiri. Bukan orang lain. Biarkan mereka berputar pada porosnya masing-masing.  Hari ini aku berkesempatan untuk ikut suatu webinar yang membahas tentang produktivitas. Pembahasan yang membuat aku cukup tertampar dan tersadar, kalo produktivitas itu personal, ngga bisa dibandingkan antara seorang dengan orang yang lain. Selama ini suka insecure kalo lihat postingan orang lain di instagram, ada yang lagi sibuk meeting, ada yang lagi piknik, ada yang lukis, juga ada yang lagi bisnis. Sedangkan diri ini berkutat dengan pekerjaan rumah seharian. Jadi merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan orang-orang dan merasa 'ngga produktif amat sih jadi orang, ngga ada karyanya' dan terus-terusan kepikiran tiap hari kudu buat sesuatu yang baru. Tapi namanya juga kepikiran, jadi cuma dipikiran aja, ngga ada aksinya.  Setelah...