(sumber: pribadi)
Aku seorang mbak mentor
Sudah 2 bulan aku nge-mentor
Delapan adik yang beberapa
asik diajak ngobrol
Aku nge-mentor sepulang
kuliah—hari rabu
Hari rabu—hari yang sudah
kami sepakati
Adikku sering absen
Kadang yang hadir 4 orang, 3 orang, 2
orang
Bahkan pernah ku batalkan pertemuan karena
cuma seorang
Lama-lama, aku ingin menyerah saja
Sudah cukup aku korbankan waktu, tenaga
dan bensinku
Gimana ngga sakit hati, setelah menempuh
perjalanan sejauh itu
Ternyata yang datang cuma satu?
Lalu kuputuskan untuk menghubungi koorku
Kukatakan, bahwa aku ingin berhenti
Lebih baik, setiap pulang dari kampus
Aku ke perpus, belajar yang fokus
Supaya ipk bagus
Dan bertahan sampai lulus
Tapi itu adalah aku beberapa waktu yang lalu.
Semua berubah, setelah seseorang berkata
padaku
“Mau hanya 1 atau 2 orang. Goal-nya adalah
kamu bermanfaat, terutama bagi sekelilingmu. Mungkin ada hal yang tidak kamu
tau, adekmu, yang hanya 1-2 orang, yang menyempatkan hadir pada lingkaranmu,
mereka mendapat hikmah dari tiap kecerewetanmu, dan ia sebarkan pada
kawan-kawannya, atau pada adik-adiknya—yang juga kamu tidak tau. Kalau begitu
sudah banyak orang kan?”
“Bukan masalah berapa atau sebanyak apa,
percaya saja ketika kamu menanam biji kebaikan maka akan berbuah juga kebaikan.
Tetap semangat, fokus pada tujuan, tetaplah berjalan dan jangan bosan”
-ditulis secara spontan, tanpa pikir panjang
Rabu, X November 20XX
p.s. kisah diatas hanya fiktif, apabila ada persamaan merupakan bentuk polesan biar mirip kenyataan.

Simple tapi super , like it.. ,waiting for your next curhatan
BalasHapusIni fiktif ya kakak:p
HapusMau dong dimentorin mbaknya WKWKWKW
BalasHapusDuh masih amatiran nih kak
HapusSemangat kk difa, wkwkwkk
BalasHapusSemangat juga kak!!
HapusItu serius fiktif diva?
BalasHapus