Langsung ke konten utama

Dunia baru, Ilmu baru:)








wehehe:) kayak, pede banget ya.. masang poto kayak gitu..
habis, foto yang fullteam nggak ada e,
lagian, ini cuma sekedar sharing aja..

Jadi tuh, itu cerita fotonya pas lagi di Taman Pintar Yogya. pas lagi ada LPB DIY (Lomba Peneliti Belia) D I Yogyakarta. 
Alhamdulillah, waktu itu aku, sama partner ku, kita lolos jadi semifinalis LPB DIY untuk tingkat provinsi. Di Bidang Sosial, sehingga kami berkesempatan untuk memamerkan karya kami di depan para juri.
Ceritanya, yang belakan itu poster. bukan mading lho ya?! Yha maafkan saja, maklumi, karena waktu itu kami baru tau kalau kami lolos 1 jam sebelum pembukaan acara. Aneh memang, ya tapi begitulah, sebenere, juga udah yakin nggak bakal lolos, orang cuma ginian, ecek-ecek doang. Ini kita buat juga karena untuk memenuhi tugas. Jadi alhasil, poster itu handmade by kami dan kawan-kawan:)) Aah.. jadi baper kalau lagi inget itu, 45 menit kami bareng-bareng buat itu.
Dengan penelitian yang berjudul "Minion GoldenWays" mungkin itu yang bikin menarik. Emang disitu sih kuncinya, judulnya harus eye cacthing gitu. Padahal, isinya mah apa atuh :D

Ah, tapi sumpahnya, itu nggak mutu eh, cuma lagi bejo mungkin:) tapi Alhamdulillah:))

Dan sekarang, dengan partner yang sama. Kami mencoba untuk merintis penelitian baru, yang lebih baru, dan lebih seru, dan pastinya lebih nyata. Tapi, masih di bidang yang sama. Karena gagal menemukan passion di bidang lain.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Daan.. daripada file penelitianku nganggur, muspro si lepi. mending tak share sini ja ya?! biar tambah panjang. wkwk


#MinionGoldenWays

(Meningkatkan kinerja siswa dengan sistem Golden Ways)

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Media Sosial adalah suatu alat komunikasi kekinian yang sangat digandrungi masyarakat. Mulai dari anak-anak, hingga yang sudah lanjut usia pun menikmatai adanya alat komunikasi ini. Tak terkecuali kami para pelajar SMA N 1 Yogyakarta yang sedang asyik menikmati masa remaja dengan rasa keingin tahuan yang tinggi.
Pada hakikatnya media sosial diciptakan untuk mempermudah komunikasi jarak jauh. Namun ketika tangan-tangan jail mulai beraksi, tujuan media sosial mulai berbalik arah. Sehingga kini, para pengguna media sosial harus berhati-hati dan jeli dalam penggunannya, agat tidak terjerumus ke jalur yang salah.
Salah satu penggunaan positif pelajar SMA N 1 Yogyakarta ini adalah penggunaan sistem Golden Ways, dalam media sosial utuk menghibur, mendukung, dan memotivasi temannnya yang lain dalam kesemangatan belajar.  
Sehingga tak bisa dipungkiri, bahwa sistem ini cukup manjur, karena hampir tiap waktu siswa-siswa ini bergelut dengan gadgetnya masing-masing. Prestasi siswa meningkat, semangat belajar meningkat, dan kekompakan antar siswa pun meningkat pula.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                
1.2  Rumusan Masalah
Dalam laporan ini, berikut rumusan masalah yang dapat kami simpulkan berdasar judul diatas:
·         Bagaimana peningkatan kinerja siswa setelah dipengaruhi sistem Golden Ways?
1.3  Tujuan Penelitian
Dalam laporan ini, berikut tujuan penelitian yang dapat kami simpulkan berdasarkan judul di atas:
·         Membuktikan bahwa fenomena Golden Ways ini memiliki pengaruh yang baik bagi peningkatan kinerja siswa.
1.4  Manfaat Penelitian

Dalam laporan penelitian ini, berikut manfaat penelitian yang dapat kami simpulkan berdasar judul di atas:
Secara Teoritis
Secara Praktis
·         Bagi Peneliti: Dapat mengetahui dampak dari penggunaan media sosial dalam kinerja siswa.
·         Bagi Masyarakat: Mengetahui salah satu cara pemanfaatan media sosial bagi pelajar.
·         Mempengaruhi siswa agar dapat memanfaatkan akun media sosial dengan sebaik-baiknya.

BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Kajian Pustaka
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content.
           Arti motivasi adalah 'alasan' yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan 'semangat', seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat

             Menumbuhkan semangat belajar haruslah di mulai dari dalam diri kita sendiri karna apa pun cara dan bagaimana pun kita melaksanakan cara tersebut kalau tidak adanya niat minat dan kemauan yang timbul dari dalam diri sendiri hal itu percuma saja karna tidak akan pernah terwujud selama penyakit diri sendiri yaitu “MALAS”  masih mengusai diri ini.

             Cara yang paling efektif untuk menumbuhkan semangat belajar dari dalam diri kita yang pertama hilangkanlah rasa malas yang sudah menjadi kebisaan kita,kedua mulailah mencari trik-trik belajar yang baru agar tidak cepat merasa bosan dan jenuh misalnya saja education ’’study tour’’ disini bukan saja  dapat belajar namun sekaligus  berfreshing atau bisa dengan cara mencari pengetahuan lewat teknologi melelaui ‘’google’’ dengan cara ini kita mendapatkan banyak sekali pengetahuan,atau cara yang lain kita bisa pergi ke tempat perpustakaan umum, jika sekiranya sudah menyukai suatu cara tertentu, maka semangat belajar akan tumbuh dengan sendirinya.
2.2 Teori Penelitian yang Relevan

Dampak Positif Penggunaan Media Sosial:
Ajang memperbanyak teman, Dapat menambah teman baru maupun relasi bisnis dengan mudah
Sebagai media komunikasi, Mempermudah komunikasi kita dengan orang-orang, baik dalam maupun luar negeri Tempat mencari informasi, Banyak juga instansi pencari berita yang menggunakan media sosial sebagai media penyeberannya
Tempat berbagi, Dengan fitur yanga ada pada media sosial kita dapat dengan mudah saling bertukar data baik berupa foto, dokumen, maupun pesan suara. (RNI Group, 2015)

Perkembangan teknologi dapat membuat berkomunikasi secara terbuka dan tidak terbatas apapun itu dengan menggunakan teknologi  jejaring sosial  kita sudah dapat berkomunikasi dengan teman kita  atau kenalan baru. Di balik sesuatu hal pasti terdapat akibatnya baik dampak positif maupun dampak negatif:
1.   
   Dampak negatif jejaring sosial
-          Pengguna dapat menagalami kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental

-          Individu menjadi enggan menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena "berpisah" dari komputernya atau ponsel. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan) demikian menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology .

-          Jika pada malam hari seseorang masih sibuk mengomentari status teman Anda, Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan.

-          Berkurangnya Waktu Belajar Siswa, Hal ini sudah jelas, karena dengan mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial siswa akan lupa waktu, sehingga yang dikerjakannya hanyalah itu-
itu saja.

Jejaring sosial juga sangat berpengaruh pada menurunnya motivasi dan prestasi belajar mahasiswa. Dalam vivanews (09/2010) Penelitian tim psikolog Open University di Belanda mengungkapkan bahwa situs jejaring sosial itu mempengaruhi prestasi belajar dan bekerja secara signifikan (Seribu pena, 2011)

2.3 Kerangka Pikir (mind map)

Berdasar kepada :
-          Pengamatan
-          Wawancara
-          Data Angket
-          Data Nilai Siswa
-          Perbandingan antara kelas dengan fenomena Golden Ways, dengan yang tidak
2.4 Hipotesis
Dugaan sementara yang kami simpulkan, antara lain:
- Fenomena Golden Ways dapat berdampak baik bagi kedisiplinan siswa untuk lebih belajar dengan giat, bukan dengan sistem kebut semalam lagi.
- Fenomena Golden Ways dapat menjadikan siswa menjadi lebih baik dalam menghargai waktu, lebih memperhatikan pelajaran di dalam kelas, dan dapat memotivasi temannya yang lain

BAB III METODE
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang kami gunakan disini adalah dengan penelitian kuantitatif, karena keterbatasan waktu yang kami miliki. Penelitian kuantitatif juga lebih sistematis, terstruktur, terencana dengan jelas dari awak hingga akhir.
3.2 Tempat Penelitian
Tempat yang kami jadikan lokasi penelitian adalah lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Yogyakarta.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode yang kami terapkan dalam penelitian kami adalah:
1. Metode Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
2. Metode Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
3. Metode Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
3.4 Populasi dan Sampel
Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah siswa kelas X  SMA N 1 Yogyakrta dan sampelnya adalah seluruh siswa   kelas X 9.

BAB IV Analisi Data Hasil Penelitian
(disajikan gambar tabel/grafik hasil penelitian)

BAB V Penutup
5.1 Kesimpulan
Sebagian besar siswa kelas X MIA 9 SMA N 1 Yogyakarta mempunyai lebih dari 3 akun media sosial. Antara lain line, Instagram, Facebook, twitter, gmail, dll. Nah, sebagian besar dari kami lebih banyak yang menggunakan line sebagai media komunikasi, terbukti dengan lengkapnya jumlah x Mia 9 yang siswanya berjumlah 31 di group line.
Siswa x Mia 9 biasa  menggunakan media sosial INI dimana saja, bisa di rumah, di sekolah, dan di tempat-tempat umum lainnya. Kami juga menggunakan akun media sosial itu setiap saat, terkadang saat istirahat, saat makan, saat mau tidur, disaat  senggang, dll. Dengan seringnyq kami menggunakan akun media sosial, menjadikan kami sering berkomunikasi, ataupun saling berbagi cerita terhadap kawan lain diluar jam sekolah. Sehingga hubungan keakraban antar kawan pun terjalin dengan erat. Aksi saling mendukung, menyemangati, dan memotivasi pun sering terjadi hingga munculah istilah "Golden Ways" dalam menyebut aksi ini.
Dengan adanya penggunaan yang sering, namun bernilai  positif dalam memanfaatkan akun media sosial, tidak ada yang menghambat proses belajar mengajar, malah sebaliknya media sosial ini justru berpengaruh baik bagi kami. Dengannya kami menjadi sering bertukar pikiran tentang pelajaran, berbagi info tugas, berbagi info materi, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Pengaruh yang terlihat jelas adalah dalam segi kesemangatan belajar, kekompakan kelas, dan kemampuan verba siswa yang meningkat.
5.2 Saran
5.3 Lampiran




Lembar Kuesioner. (Lingkari salah satu, kecuali nomor 9)

#MinionGoldenWays  Meningkatkan kinerja siswa dengan fenomena Golden Ways (baca: media sosial)

1.            Berapa akun media sosial yang anda miliki?
a.            Tidak punya              b. 3 akun                    c. >3 akun
2.            Seberapa sering anda menggunakannya?
a.            Jarang                          b. Sekali-kali             c. Sering
3.            Dimana biasanya anda membuka akun tersebut?
a.            Di sekolah                  b. Di rumah               c. Di mana saja
4.            Ketika apa biasanya anda membuka  akun tersebut?
a.            Setiap saat                b. Saat makan           c. Saat hendak istirahat
5.            Apakah anda mengetahui fenomena Golden Ways di kelas X-9?
a.            Ya                                   b. Tidak                       c. Tidak sama sekali
6.            Apakah anda sering terlibat di dalamnya?
a.            Tidak pernah            b. Ya                               c. Sering
7.            Apakah fenomena Minion Golden Ways mengganggu belajar anda?
a.            Tidak                             b. Ya                              c. Sangat mengganggu
8.            Apakah fenomena Minion Golden Ways berpengaruh baik bagi anda?
a.            Tidak berguna          b. Ya                              c. Sangat berguna
9.            Apa pengaruh dari fenomena Minion Golden Ways?
a.            Tidak ada                                                                  
b.            Kedisiplinan meningkat
c.             Prestasi meningkat
d.            Semangat belajar meningkat
e.            Kekompakan kelas meningkat
f.             Kemampuan verba siswa meningkat          


Terima kasih atas Partisipasinya
Salam Sukses Penelitian! 



Sebelum:
                                  
                                                 

Setelah:
                                 



Daftar Pustaka


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermanfaat untuk banyak orang bukan satu orang

(sumber: pribadi) [Aku ingin bermanfaat untuk banyak orang bukan cuma satu atau dua orang] Aku seorang mbak mentor Sudah 2 bulan aku nge-mentor Delapan adik yang beberapa asik diajak ngobrol Aku nge-mentor sepulang kuliah—hari rabu Hari rabu—hari yang sudah kami sepakati Adikku sering absen Kadang yang hadir 4 orang, 3 orang, 2 orang Bahkan pernah ku batalkan pertemuan karena cuma seorang Lama-lama, aku ingin menyerah saja Sudah cukup aku korbankan waktu, tenaga dan bensinku Gimana ngga sakit hati, setelah menempuh perjalanan sejauh itu Ternyata yang datang cuma satu? Lalu kuputuskan untuk menghubungi koorku Kukatakan, bahwa aku ingin berhenti Lebih baik, setiap pulang dari kampus Aku ke perpus, belajar yang fokus Supaya ipk bagus Dan bertahan sampai lulus Tapi itu adalah aku beberapa waktu yang lalu. Semua berubah, setelah seseorang berkata padaku “Mau hanya 1 atau 2 orang. Goal-nya adalah kamu bermanfaat, terutama bagi sekeliling...

Bagi-bagi Kebahagiaan

BASED ON TRUE STORY..... Malem sabtu, libur, habis hujan, perut mulai menggelayut manja minta makan. Lapaaarr... akhirnya, pergilah aku dan kawanku mencari asupan untuk malam ini. Kawan: ” Fat, mau makan dimana?” Aku: “Dimana aja deh, beli nasi aja kali ya...” Kawan: ”Oke, nasi yang seberang pertigaan depan mau?” Aku: “Okelah, yuk..” Sampai di pertigaan, kami akan menyeberang. Tiba-tiba.. ting..ting..tingg..tinggg... Tukang bakso lewat di depan kami. Ah, jadi pengen.. kasihan, tinggal dikit itu dagangannya, apa kubantu nglarisi aja kali ya, biar cepet laku, cepet habisnya.. pikirku.  Aku pun berjalan dibelakang pak tukang bakso, berusaha memanggilnya, tapi si bapak justru berjalan semakin cepat. Akhirnya aku pun sedikit berlari untuk mengejarnya. Si bapak rupanya mendengar langkah sandalku itu pun berbalik. Aku: “Pak, beli bakso...” Kami pun menepi dari jalan raya. Kawan: “Heh, ngapain beli bakso segala. Orang tinggal nyebrang ihh.....

Poros Dunia

Poros kehidupanmu ada pada dirimu sendiri. Kamu adalah mentari yang berputar pada porosnya sendiri. Untuk tetap hidup, menyala dan bersinar kamu perlu fokus dengan dirimu sendiri. Bukan orang lain. Biarkan mereka berputar pada porosnya masing-masing.  Hari ini aku berkesempatan untuk ikut suatu webinar yang membahas tentang produktivitas. Pembahasan yang membuat aku cukup tertampar dan tersadar, kalo produktivitas itu personal, ngga bisa dibandingkan antara seorang dengan orang yang lain. Selama ini suka insecure kalo lihat postingan orang lain di instagram, ada yang lagi sibuk meeting, ada yang lagi piknik, ada yang lukis, juga ada yang lagi bisnis. Sedangkan diri ini berkutat dengan pekerjaan rumah seharian. Jadi merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan orang-orang dan merasa 'ngga produktif amat sih jadi orang, ngga ada karyanya' dan terus-terusan kepikiran tiap hari kudu buat sesuatu yang baru. Tapi namanya juga kepikiran, jadi cuma dipikiran aja, ngga ada aksinya.  Setelah...